Guru Al-Irsyad 2 Majalengka Sukses Presentasi di Ajang Internasional ACFS MUI 2024
Masyarakat Kabupaten Majalengka patut berbangga sebab salah satu guru di pondok pesantren terkemuka di wilayahnya terpilih menjadi salah satu peserta pemakalah dalam acara 8th International Annual Conference on Fatwa Studies (ACFS) MUI yang berlangsung di Jakarta.
Muhammad Abdul Aziz, Lc., M.Pd merupakan salah satu guru di Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran 2 Majalengka (PIAT2 Majalengka) yang berhasil terpilih menjadi pemakalah dalam acara tersebut.
Konferensi yang diadakan oleh Komisi Fatwa MUI Pusat ini sudah yang ke delapan kali Kegiatan ACFS 2024 ini bertajuk: Peran Fatwa dalam Mewujudkan Kemaslahatan Bangsa yang digelar pada 26-28 Juli 2024.
Untuk menjadi pemakalah tersebut tidaklah mudah, sebab Panitia International Annual Conference on Fatwa Studies (ACFS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut ada 200 lebih peserta yang mengirim makalahnya guna mengikuti konferensi ini.
Dari 200 itu yang dipilih untuk diundang ke Jakarta hanya 60 peserta. Dari 60 peserta yang terpilih dan diundang satu diantaranya Muhammad Abdul Aziz, Lc., M.Pd dari Pesantren Al Irsyad Tengaran 2 Majalengka, seperti telah disebutkan di atas.
Para pemakalah terpilih nantinya akan mempresentasikan hasil dari penelitiannya masing-masing. Adapun makalah yang diusung oleh Muhammad Abdul Aziz adalah: ”Urgensi Fatwa MUI No 83 Tahun 2023 Terhadap Dukungan Palestina Dalam Konteks Kebangsaan”.
Dalam makalahnya M. Abdul Aziz menyatakan bahwa ”Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 83 Tahun 2023 mengenai dukungan terhadap perjuangan Palestina menunjukkan langkah signifikan dalam sikap Indonesia terhadap konflik Timur Tengah, khususnya perjuangan Palestina.
Fatwa ini tidak hanya merupakan pernyataan hukum agama, tetapi juga mencerminkan komitmen moral, sosial, dan politik Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan keadilan internasional.
Dalam konteks kebangsaan, fatwa ini berperan penting dalam membentuk opini publik, memandu kebijakan pemerintah, dan memperkuat solidaritas nasional untuk mendukung Palestina.
Sejarah menunjukkan bahwa sejak awal kemerdekaannya, Indonesia telah mendukung Palestina melalui berbagai tindakan politik dan kemanusiaan.
Dukungan ini mencerminkan identitas keislaman dan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.
Selain dukungan politik, Indonesia juga aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan melalui berbagai organisasi dan lembaga.
Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 memperkuat solidaritas nasional dengan memobilisasi komunitas Muslim dan mengingatkan seluruh warga negara Indonesia akan pentingnya mendukung kemanusiaan dan keadilan global.
Solidaritas ini penting untuk membangun kesatuan dan persatuan dalam keberagaman Indonesia, serta menggarisbawahi pentingnya mendukung perjuangan Palestina sebagai kewajiban moral dan agama”.
Sejumlah pembicara terkemuka diundang sebagai narasumber, seperti KH. Anwar Iskandar selaku Ketua Umum MUI, Prof. Dr. KH. M. Asrorun Niam Sholeh, M.A. selaku Ketua Bidang Fatwa MUI.
Ketua Komisi Dakwah MUI, K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D, Prof. Dr. KH, Hasanuddin, Ketua BPH DSN-MUI.
Narasumber dari luar negeri pun turut diundang, seperti Datuk Haji Nooh Gadot, ketua Komite Muzakarah Dewan Fatwa Nasional Malaysia dan Syeikh Uwaidlah Othman, Sekjen Fatwa Darul Ifta Mesir.
Kegiatan ACFS ke-8 ini juga bersamaan dan sebagai rangkaian Milad ke-49 MUI yang di hadiri banyak tokoh Nasional, seperti Wakil Presiden; K.H. Prof. DR (H.C) Ma’ruf Amin, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Panglima TNI Agus Subiyanto, Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kepala BNN, Kepala BAZNAS, Kepala BPKH, Para Duta Besar Negara Asia-Timur Tengah dan lainnya.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Kiai Miftahul Huda mengatakan, seperti Annual Conference on Fatwa Studies sebelumnya, mengatakan bahwa pada tahun ini yang menjadi titik fokus pada objek kajian adalah mengenai kelembagaan dan manhaj ifta’.Sebagai pemakalah yang terpilih dalam dalam acara tersebut, Muhammad Abdul Aziz, Lc., M.Pd yang pernah mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Islam Madinah jurusan ilmu hadist lulus tahun 2020 kepada radarcirebon.id menyampaikan kebahagiaanya dan rasa syukur karena dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain khususnya pada peserta di acara tersebut.
Ia berharap dengan adanya acara tersebut dapat memperkuat peran dan posisi MUI di kancah internasioanal kedepannya.

Komentar
Posting Komentar